Ad space available
Aplikasi Vibe-Coding Anything Didepak Apple, Siapkan Versi Desktop & Android
Apple menghapus aplikasi Anything dari App Store sebanyak dua kali karena masalah kebijakan eksekusi kode. Kini, startup vibe-coding tersebut beralih ke platform desktop dan melirik Android.

Aplikasi Vibe-Coding Anything Didepak Apple, Siapkan Versi Desktop & Android
[SAN FRANCISCO], (14 April 2026)
- Apple memblokir aplikasi vibe-coding seperti Anything dan Replit karena melanggar aturan eksekusi kode (Clause 2.5.2).
- Anything berencana meluncurkan aplikasi pendamping desktop dan mempertimbangkan migrasi ke Android untuk menghindari kebijakan ketat iOS.
- Lonjakan pengiriman aplikasi berbasis AI hingga 84% dalam satu kuartal memaksa Apple memperketat proses App Review.
Melansir laporan dari TechCrunch, Apple tengah mengambil langkah tegas terhadap tren aplikasi vibe-coding dengan memblokir pembaruan atau menghapus aplikasi tersebut dari App Store. Salah satu korban utamanya adalah Anything, sebuah startup yang aplikasinya telah dihapus sebanyak dua kali oleh Apple. Selain Anything, platform besar lainnya seperti Replit dan Vibecode juga mengalami penangguhan pembaruan.
Dhruv Amin, co-founder Anything, mengungkapkan dalam sebuah wawancara bahwa Apple menghapus aplikasi mereka sejak 26 Maret lalu. Meskipun sempat kembali tersedia secara singkat pada awal April, Apple segera menghapusnya lagi dengan alasan bahwa Anything tidak diperbolehkan memasarkan dirinya sebagai pembuat aplikasi (app maker).
Konflik Kebijakan dan Keamanan
Apple menyatakan bahwa aplikasi vibe-coding ini melanggar klausul perjanjian pengembang 2.5.2, yang melarang aplikasi mengunduh, menginstal, atau mengeksekusi kode secara mandiri. Mengutip data dari tangkapan layar komunikasi Anything dengan Apple, pihak iPhone maker tersebut khawatir alat pengembangan mobile ini dapat digunakan untuk mengunduh kode berbahaya (malicious code).
Selain itu, Apple menyoroti risiko di mana pengguna dapat membuat aplikasi berbahaya, melakukan sideloading ke ponsel mereka, dan kemudian mengklaim bahwa aplikasi tersebut telah lolos proses App Review resmi. Amin berargumen bahwa aplikasi mereka awalnya dibuat agar pengguna yang sedang membangun aplikasi iOS bisa melakukan preview langsung di perangkat mereka saat proses pengembangan.
Strategi Pembangunan Ulang: Desktop dan Android
Menghadapi kebuntuan di App Store, Anything kini mencari jalur alternatif. Mereka telah meluncurkan fitur yang memungkinkan pengguna membangun aplikasi melalui platform iMessage. Selain itu, Amin menyatakan bahwa perusahaan akan membangun desktop companion app yang memungkinkan pengguna melakukan vibe coding untuk aplikasi mobile langsung melalui komputer mereka.
Amin juga mengisyaratkan kemungkinan untuk beralih ke sistem operasi Android milik Google. Platform ini dinilai jauh lebih terbuka dibandingkan ekosistem iOS yang sangat tertutup, sehingga memberikan ruang gerak lebih luas bagi alat pengembangan berbasis AI.
Perseteruan ini juga memancing reaksi dari CEO Epic Games, Tim Sweeney, yang dikenal vokal terhadap kebijakan Apple. Melalui platform X, Sweeney mendesak Apple untuk segera berhenti memblokir aplikasi alat pengembangan (development tools).
Dampak bagi Indonesia
Tren vibe-coding mulai dilirik oleh para pengembang muda dan startup di Indonesia sebagai solusi praktis untuk menciptakan prototipe aplikasi secara instan tanpa harus menguasai bahasa pemrograman yang kompleks. Namun, kebijakan ketat Apple ini menjadi tantangan bagi ekosistem pengembang lokal yang menggunakan perangkat iOS.
Dengan harga iPhone di pasar Indonesia yang berkisar antara Rp12 juta hingga Rp25 juta, pembatasan alat kreativitas berbasis AI ini dapat menghambat inovasi di tingkat pengguna mobile. Sebaliknya, hal ini bisa memperkuat dominasi Android di pasar Indonesia bagi para kreator aplikasi pemula, mengingat fleksibilitas instalasi aplikasi di luar toko resmi dan dukungan platform yang lebih terbuka untuk eksperimen Generative AI.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


