Advertisement

Ad space available

Berita AI

Anthropic Perkuat Kesepakatan Compute dengan Google dan Broadcom di Tengah Lonjakan Permintaan AI

Anthropic mengumumkan kesepakatan baru dengan Google dan Broadcom untuk meningkatkan kapasitas `compute` dan pemrosesan model `AI` Claude. Langkah ini diambil di tengah lonjakan permintaan yang luar biasa, dengan pendapatan `run-rate` Anthropic melonjak hingga USD 30 miliar.

Tim Rekayasa AI
Penulis
7 April 2026
3 min read
#AI#Anthropic#Google Cloud#Broadcom#Compute#Data Center#Generative AI
Anthropic Perkuat Kesepakatan Compute dengan Google dan Broadcom di Tengah Lonjakan Permintaan AI

Anthropic Tingkatkan Kapasitas Compute untuk AI Claude, Google dan Broadcom Jadi Mitra Utama

SAN FRANCISCO, (7 April 2026)

Key Takeaway
  • Anthropic telah menandatangani kesepakatan baru dengan Google dan Broadcom untuk memperluas kapasitas compute guna mendukung model AI Claude mereka.
  • Ekspansi ini mencakup penggunaan Tensor Processing Unit (TPU) Google Cloud dan pasokan compute 3,5 gigawatt dari Broadcom, yang akan aktif pada tahun 2027.
  • Permintaan yang melonjak mendorong pendapatan run-rate Anthropic menjadi USD 30 miliar, naik signifikan dari USD 9 miliar pada akhir tahun 2025.

Laboratorium riset AI Anthropic pada Senin mengumumkan telah menandatangani perjanjian baru dengan Google dan Broadcom. Kesepakatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemrosesan dan compute guna mendukung model AI Claude miliknya. Mengutip laporan dari TechCrunch, penataan ulang kesepakatan compute ini terjadi di tengah melonjaknya permintaan untuk model AI perusahaan.

Kesepakatan tersebut akan memperluas penggunaan Tensor Processing Unit (TPU) Google Cloud, yaitu chip AI canggih milik Google, dan merupakan perluasan dari perjanjian yang dibuat pada Oktober 2025 untuk kapasitas compute lebih dari satu gigawatt. Kapasitas compute baru ini diharapkan akan tersedia pada tahun 2027, demikian pernyataan Anthropic dalam sebuah unggahan blog. Meskipun perusahaan tidak memberikan rincian spesifik mengenai ekspansi compute ini, sebuah dokumen SEC terbaru dari Broadcom menunjukkan kesepakatan tersebut mencakup compute sebesar 3,5 gigawatt.

Sebagian besar kapasitas compute ini akan ditempatkan di AS, sebagai kelanjutan dari komitmen Anthropic sebesar USD 50 miliar untuk berinvestasi dalam infrastruktur compute di AS. “Kemitraan inovatif dengan Google dan Broadcom ini adalah kelanjutan dari pendekatan disipliner kami untuk meningkatkan infrastruktur: kami membangun kapasitas yang diperlukan untuk melayani pertumbuhan eksponensial yang kami lihat pada basis pelanggan kami, sekaligus memungkinkan Claude untuk mendefinisikan batas pengembangan AI,” kata Krishna Rao, CFO Anthropic, dalam siaran pers.

Anthropic telah menyaksikan permintaan untuk model Claude mereka meledak dalam beberapa bulan terakhir, didorong oleh pelanggan enterprise. Pendapatan run-rate perusahaan kini mencapai USD 30 miliar, sebuah lonjakan drastis dari USD 9 miliar yang dicatat pada akhir tahun 2025. Anthropic juga memiliki lebih dari 1.000 pelanggan bisnis dengan pengeluaran tahunan lebih dari USD 1 juta.

Dampak bagi Indonesia

Lonjakan kapasitas compute Anthropic melalui kerja sama dengan Google dan Broadcom secara global akan memiliki efek riak yang signifikan, meskipun tidak langsung, terhadap ekosistem teknologi di Indonesia. Peningkatan investasi dalam infrastruktur AI global, seperti data center dan TPU, menandakan akselerasi adopsi Generative AI di seluruh dunia. Ini akan mendorong lebih banyak inovasi dan efisiensi dalam pengembangan aplikasi AI yang berpotensi dinikmati oleh pengguna dan enterprise di Indonesia.

Bagi pasar Indonesia, ketersediaan layanan AI yang lebih andal dan cepat dari penyedia cloud global, termasuk Google Cloud yang menjadi mitra Anthropic, dapat mempercepat transformasi digital. Startup dan perusahaan lokal yang memanfaatkan model AI canggih seperti Claude untuk pengembangan produk atau layanan mereka, kemungkinan akan mengalami peningkatan kinerja dan skalabilitas. Hal ini juga dapat menstimulasi investasi lebih lanjut dalam data center berkapasitas tinggi dan infrastruktur jaringan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, untuk mengurangi latensi dan memenuhi kebutuhan compute regional.

Selain itu, lonjakan permintaan akan AI secara global akan memperkuat kebutuhan akan talenta AI engineer, data scientist, dan prompt engineer di Indonesia. Developer dan profesional teknologi Indonesia perlu terus mengasah keterampilan mereka untuk tetap relevan dengan perkembangan teknologi AI yang pesat ini. Dari segi nilai, komitmen Anthropic sebesar USD 50 miliar untuk infrastruktur compute di AS setara dengan sekitar Rp 775 triliun (dengan asumsi kurs Rp 15.500/USD), menunjukkan skala investasi luar biasa yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan AI modern.


Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin