Advertisement

Ad space available

Berita AI

Anthropic Incar Pendanaan $50 Miliar, Valuasi Tembus $900 Miliar

Anthropic dilaporkan menerima tawaran pendanaan masif yang berpotensi melambungkan valuasinya hingga $900 miliar. Lonjakan ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan tahunan yang kini melampaui $30 miliar.

Tim Rekayasa AI
Penulis
30 April 2026
4 min read
#Anthropic#Claude AI#Generative AI#Venture Capital#Artificial Intelligence
Anthropic Incar Pendanaan $50 Miliar, Valuasi Tembus $900 Miliar

Anthropic Incar Pendanaan $50 Miliar, Valuasi Tembus $900 Miliar

SAN FRANCISCO, (29 April 2026)

Key Takeaway
  • Anthropic menerima tawaran pendanaan pre-emptive sebesar $50 miliar dengan potensi valuasi antara $850 miliar hingga $900 miliar.
  • Pertumbuhan pendapatan perusahaan meroket tajam dengan annual revenue run rate melampaui $30 miliar, naik dari $9 miliar pada akhir 2025.
  • Pendanaan ini diprediksi menjadi putaran modal swasta terakhir sebelum Anthropic melangkah menuju IPO.

Minat investor terhadap Anthropic telah mencapai titik puncaknya. Mengutip laporan dari TechCrunch, pengembang asisten Generative AI Claude ini telah menerima beberapa tawaran pendanaan baru sekitar $50 miliar dengan valuasi di kisaran $850 miliar hingga $900 miliar.

Melansir data dari sumber internal, Anthropic awalnya belum berkomitmen untuk penggalangan dana baru saat tawaran di angka $800 miliar muncul awal bulan ini. Namun, tekanan untuk mengamankan modal tambahan dalam apa yang kemungkinan menjadi putaran pendanaan swasta terakhir sebelum Initial Public Offering (IPO) membuat perusahaan sulit untuk menolak. Keputusan final mengenai putaran ini dan valuasinya diharapkan akan diambil dalam rapat dewan direksi pada Mei mendatang.

Pertumbuhan Masif dan Dominasi AI Coding

Permintaan investor dilaporkan jauh melampaui ekspektasi seiring dengan pertumbuhan perusahaan yang tidak menunjukkan tanda-tanda melambat. Salah satu investor institusional bahkan dikabarkan siap menyuntikkan dana hingga $5 billion, meskipun belum berhasil menjadwalkan pertemuan dengan CFO Anthropic, Krishna Rao.

Pada bulan ini, Anthropic mengumumkan bahwa annual revenue run rate mereka telah melampaui $30 miliar. Angka ini merupakan peningkatan dramatis dari sekitar $9 miliar pada akhir tahun 2025. Beberapa sumber menyatakan bahwa angka tersebut saat ini sebenarnya sudah mendekati $40 miliar.

Sebagian besar pendapatan tersebut didorong oleh kapabilitas AI coding Anthropic, khususnya melalui platform Claude Code dan Cowork. Investor meyakini bahwa perusahaan baru saja menyentuh permukaan potensinya, mengingat peluang besar untuk memperluas layanan ke industri baru seperti finansial, life sciences, dan layanan kesehatan.

Persaingan Ketat dengan OpenAI

Sebagai perbandingan, Anthropic menggalang dana terakhirnya pada Februari lalu dengan valuasi $380 miliar melalui putaran Series G. Jika pendanaan kali ini berjalan sesuai rencana, Anthropic tidak hanya akan melipatgandakan valuasinya, tetapi juga menyamai atau bahkan melampaui rival utamanya, OpenAI. Pada Februari 2026, OpenAI menutup putaran pendanaan rekor sebesar $122 miliar dengan valuasi post-money mencapai $852 miliar.

Dampak bagi Indonesia

Valuasi Anthropic yang mencapai $900 miliar (sekitar Rp14.400 triliun dengan kurs Rp16.000/USD) menandakan pergeseran besar dalam ekonomi digital global yang juga akan dirasakan di pasar lokal:

  1. Akselerasi AI di Sektor Perusahaan: Dengan modal sebesar ini, Anthropic kemungkinan besar akan memperkuat infrastruktur Cloud Computing dan ketersediaan LLM yang lebih cepat di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Hal ini akan menguntungkan sektor Fintech dan e-commerce lokal yang membutuhkan solusi Generative AI tingkat tinggi.
  2. Persaingan Talenta dan Inovasi: Nilai fantastis ini dapat memicu standar baru bagi startup AI di Indonesia dalam mencari pendanaan. Di sisi lain, peningkatan kemampuan AI coding (seperti Claude Code) akan sangat membantu pengembang lokal di Indonesia untuk mempercepat siklus pembuatan aplikasi.
  3. Kebutuhan Data Center: Investasi masif pada AI menuntut infrastruktur GPU yang kuat. Indonesia, yang sedang gencar membangun Data Center, berpeluang menjadi mitra strategis untuk penyediaan infrastruktur fisik bagi penyedia layanan AI global.

Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin