Advertisement

Ad space available

Berita AI

Anthropic Dominasi Saham Privat, IPO SpaceX Siap Serap Likuiditas Market

Anthropic kini menjadi buruan utama investor di pasar sekunder saham privat, sementara OpenAI mulai kehilangan momentum. Namun, rencana IPO SpaceX senilai US$1,75 triliun berpotensi menyedot likuiditas pasar global.

Tim Rekayasa AI
Penulis
4 April 2026
5 min read
#Anthropic#OpenAI#SpaceX#IPO#Secondary Market
Anthropic Dominasi Saham Privat, IPO SpaceX Siap Serap Likuiditas Market

Anthropic Jadi Primadona Saham Privat, IPO SpaceX Siap Serap Likuiditas Market

MIAMI, (3 April 2026)

Key Takeaway
  • Permintaan saham Anthropic di Secondary Market melonjak drastis, menjadikannya aset yang paling sulit didapat dibandingkan OpenAI.
  • OpenAI diperdagangkan pada valuasi sekitar US$765 miliar di pasar sekunder, sebuah diskon signifikan dari valuasi putaran utama sebesar US$852 miliar.
  • Rencana IPO SpaceX yang masif (valuasi target US$1,75 triliun) diprediksi akan menyerap sebagian besar modal investor, menantang rencana exit bagi perusahaan AI besar lainnya.

Melansir laporan dari TechCrunch, dinamika pasar sekunder untuk saham perusahaan teknologi privat sedang berada dalam titik krusial. Glen Anderson, Presiden investment bank Rainmaker Securities, mengungkapkan bahwa tren pasar saat ini berpusat pada tiga pemain utama: Anthropic, OpenAI, dan SpaceX.

Dalam industri di mana investor biasanya bertaruh pada semua pemain besar, kini terjadi pergeseran narasi yang signifikan. Mengutip data dari Rainmaker Securities, Anthropic saat ini menjadi komoditas paling panas. Permintaan terhadap saham pengembang LLM tersebut hampir tidak terpuaskan, dengan para pembeli yang dikabarkan siap menggelontorkan dana hingga US$2 miliar, namun tidak ada pemegang saham lama yang bersedia menjual (no sellers).

Pergeseran Momentum dari OpenAI ke Anthropic

Kondisi ini berbanding terbalik dengan OpenAI. Meskipun tetap menjadi raksasa di sektor Generative AI, OpenAI mulai kehilangan tajinya di pasar sekunder. Laporan menunjukkan ada sekitar US$600 juta saham OpenAI yang mencari pembeli namun belum menemukan titik temu. Valuasi sekunder OpenAI saat ini berada di angka US$765 miliar (sekitar Rp12.087 triliun), turun dari valuasi pendanaan primer terakhirnya yang mencapai US$852 miliar (sekitar Rp13.461 triliun).

Anderson mencatat bahwa perselisihan publik Anthropic dengan Departemen Pertahanan AS beberapa waktu lalu justru menjadi katalis positif. Citra perusahaan yang berani menghadapi birokrasi pemerintah justru memperkuat diferensiasi mereknya di mata investor, menjadikannya alternatif yang lebih menarik dibandingkan OpenAI.

SpaceX dan Ancaman Likuiditas bagi AI

Di tengah persaingan dua raksasa AI tersebut, SpaceX muncul sebagai variabel yang bisa merusak rencana semua pihak. Perusahaan antariksa milik Elon Musk ini baru saja mengajukan dokumen IPO secara rahasia dengan target penggalangan dana mencapai US$50 miliar hingga US$75 miliar pada bulan Juni mendatang.

Dengan potensi valuasi pasar mencapai US$1,75 triliun, IPO SpaceX diprediksi akan menjadi salah satu debut pasar modal terbesar dalam sejarah, bersaing dengan rekor Saudi Aramco pada 2019. Masalahnya bagi Anthropic dan OpenAI—yang juga dikabarkan tengah menjajaki IPO tahun ini—adalah ketersediaan likuiditas.

"SpaceX akan menyerap banyak likuiditas," tegas Anderson. Mengingat alokasi dana investor untuk IPO besar bersifat terbatas, langkah SpaceX yang bergerak lebih awal dapat membuat perusahaan teknologi lainnya harus berjuang lebih keras untuk mendapatkan sisa modal yang ada di pasar.

Dampak bagi Indonesia

Fenomena pergeseran modal di pasar global ini memberikan dampak strategis bagi ekosistem teknologi di Indonesia:

  1. Minat Investor Lokal ke Pasar Global: Para High-Net-Worth Individuals (HNWI) dan Family Offices di Indonesia yang mulai aktif diversifikasi ke sektor Generative AI kemungkinan akan lebih melirik Anthropic melalui platform broker internasional untuk mendapatkan eksposur terhadap teknologi frontier.
  2. Valuasi Startup Lokal: Penurunan valuasi sekunder OpenAI menjadi pengingat bagi startup AI di Indonesia bahwa valuasi tinggi di putaran pendanaan privat tidak selalu bertahan di pasar bebas. Hal ini mendorong standarisasi valuasi yang lebih konservatif di pasar domestik.
  3. Serapan Modal Ventura: Jika IPO SpaceX menyedot likuiditas global secara masif, aliran dana Venture Capital (VC) tingkat lanjut (late-stage) ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia, berisiko mengalami perlambatan karena manajer aset fokus mengalokasikan dana ke bursa saham publik (IPO) yang lebih likuid.

Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin