Ad space available
Anthropic Luncurkan AnthroPAC, Perkuat Lobi Regulasi AI di Amerika Serikat
Anthropic resmi membentuk Political Action Committee (PAC) bernama AnthroPAC untuk mendukung kandidat politik yang sejalan dengan agenda AI mereka. Langkah ini mempertegas ambisi industri teknologi dalam mengintervensi kebijakan pemerintah.

Anthropic Luncurkan AnthroPAC, Perkuat Lobi Regulasi AI di Amerika Serikat
SAN FRANCISCO, (3 April 2026)
- Anthropic resmi mendaftarkan AnthroPAC untuk mendukung kandidat politik dari kedua partai (Demokrat dan Republik) menjelang pemilu paruh waktu AS.
- Industri AI telah menggelontorkan dana sebesar $185 juta untuk memengaruhi kebijakan pemerintah di tingkat federal dan negara bagian.
- Langkah politik ini muncul di tengah sengketa hukum Anthropic dengan Departemen Pertahanan AS terkait penggunaan model AI dan risiko keamanan.
Melansir laporan dari TechCrunch, lab AI terkemuka Anthropic telah mengajukan dokumen resmi untuk membentuk komite aksi politik baru bernama AnthroPAC. Mengutip data dari Bloomberg, pembentukan ini menjadi sinyal kuat bahwa Anthropic, seperti para kompetitornya di sektor Artificial Intelligence, mulai berkomitmen mengerahkan sumber daya besar untuk memengaruhi kebijakan dan regulasi.
AnthroPAC direncanakan akan memberikan kontribusi kepada kandidat dari kedua partai utama di Amerika Serikat, termasuk anggota dewan yang sedang menjabat maupun calon politisi baru. Pendanaan PAC ini akan bersumber dari kontribusi sukarela karyawan yang dibatasi maksimal sebesar $5.000 (sekitar Rp79 juta) per individu. Dokumen organisasi yang diajukan ke Komisi Pemilihan Federal (FEC) tersebut telah ditandatangani oleh Allison Rossi, Bendahara Anthropic.
Persaingan Pengaruh di Washington
Langkah Anthropic ini mencerminkan tren yang lebih luas di industri teknologi. Perusahaan-perusahaan AI, yang bertindak sebagai rekan sekaligus kompetitor dalam industri yang fluktuatif ini, semakin gencar mendorong kebijakan preferensi mereka di tingkat negara bagian maupun federal. Berdasarkan laporan The Washington Post bulan lalu, perusahaan-perusahaan AI secara kolektif telah menyumbangkan dana fantastis sebesar $185 juta untuk kontestasi pemilu paruh waktu.
Selain AnthroPAC, Anthropic juga dikabarkan terkait dengan Public First, sebuah Super PAC baru yang menerima kucuran dana setidaknya $20 juta. Dana tersebut dilaporkan digunakan untuk membiayai kampanye iklan yang mendukung agenda regulasi tertentu yang menguntungkan ekosistem AI.
Konflik dengan Departemen Pertahanan
Aktivitas politik Anthropic yang meningkat ini terjadi di saat perusahaan sedang terjerat konflik hukum dengan Departemen Pertahanan AS (Pentagon). Perselisihan tersebut meletus awal tahun ini terkait penggunaan model AI milik Anthropic oleh pemerintah dan perdebatan mengenai pedoman keamanan atau Cybersecurity yang harus diterapkan.
Pentagon bahkan sempat melabeli Anthropic sebagai risiko Supply Chain, sebuah label yang berdampak serius pada kepercayaan institusi pemerintah terhadap integrasi teknologi Generative AI dalam sistem pertahanan negara.
Dampak bagi Indonesia
Meskipun manuver politik AnthroPAC terjadi di Amerika Serikat, dampaknya akan terasa hingga ke pasar teknologi Indonesia. Berikut adalah beberapa poin relevan:
- Standar Regulasi Global: Kebijakan yang berhasil diperjuangkan oleh Anthropic di AS sering kali menjadi referensi bagi regulator di Indonesia, termasuk Kominfo dan BRIN, dalam merumuskan kerangka etika dan regulasi AI nasional. Indonesia saat ini tengah menggodok aturan yang lebih mengikat terkait penggunaan AI di sektor publik.
- Investasi Data Center: Kebijakan pro-AI di tingkat global cenderung mempercepat ekspansi infrastruktur Cloud Computing dan Data Center. Jika lobi Anthropic berhasil memperlonggar hambatan ekspor teknologi, Indonesia berpotensi mendapatkan akses lebih cepat ke pembaruan model AI terbaru dan investasi infrastruktur dari mitra-mitra strategis Anthropic (seperti Amazon dan Google).
- Kedaulatan Data: Konflik Anthropic dengan Pentagon menjadi pengingat bagi pemerintah Indonesia untuk memperketat pengawasan terhadap Supply Chain teknologi asing guna memastikan kedaulatan data nasional tidak terkompromi oleh kepentingan politik luar negeri.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


