Ad space available
Amazon Rilis Kepribadian 'Sassy' untuk Alexa+, Bisa Mengumpat Tapi Tetap Aman
Amazon memperkenalkan opsi kepribadian 'Sassy' untuk Alexa+ yang ditujukan bagi pengguna dewasa dengan gaya bicara blak-blakan. Meski bisa mengumpat, fitur ini tetap melarang konten NSFW.

Amazon Rilis Kepribadian 'Sassy' untuk Alexa+, Bisa Mengumpat Tapi Tetap Aman
SAN FRANCISCO, (12 Maret 2026)
- Amazon memperkenalkan opsi kepribadian "Sassy" untuk Alexa+ yang menggunakan bahasa eksplisit (umpatan) namun tetap membatasi konten seksual (NSFW).
- Pengguna wajib melewati verifikasi keamanan tambahan, seperti Face ID, untuk mengaktifkan mode ini guna memastikan pengguna sudah dewasa.
- Fitur ini merupakan bagian dari strategi Amazon mempersonalisasi AI Assistant di era Generative AI agar lebih menarik dan memiliki karakter unik.
Mengutip laporan dari TechCrunch yang ditulis oleh Sarah Perez, Amazon baru saja memperluas jajaran kepribadian untuk AI Assistant miliknya, Alexa+. Pada hari Kamis waktu setempat, perusahaan tersebut mengumumkan ekspansi gaya kepribadian yang mencakup opsi "Sassy", yang ditujukan khusus untuk pengguna dewasa. Amazon menekankan bahwa sebelum menggunakan kepribadian Sassy, pengguna wajib melewati pemeriksaan keamanan tambahan melalui aplikasi Alexa.
Melansir data dari perusahaan, gaya kepribadian ini tidak akan tersedia apabila fitur Amazon Kids sedang diaktifkan. Opsi Sassy bergabung dengan pilihan kepribadian lain yang telah diluncurkan bulan lalu, termasuk Brief, Chill, dan Sweet. Langkah ini menunjukkan ambisi Amazon untuk menjadikan Alexa+ lebih kompetitif di tengah maraknya persaingan Generative AI.
Gaya Bicara Jujur dan Penuh Sindiran
Saat pengguna mengaktifkan opsi Sassy di aplikasi Alexa, akan muncul peringatan bahwa gaya ini menggunakan bahasa eksplisit. Pada perangkat iOS, verifikasi ini memerlukan pemindaian Face ID. AI Assistant tersebut mendeskripsikan dirinya sebagai sosok yang "siap membantu namun selalu menghakimi."
"Gaya Sassy dibangun di atas satu premis: bantu dulu, nilai kemudian. Setiap jawaban dibalut dengan kecerdasan dan sindiran tajam (roast)—ia akan menjawab pertanyaan Anda, namun akan membuat Anda merasakan sesuatu terlebih dahulu," jelas Alexa dalam simulasi penggunaannya. Amazon menjanjikan kejujuran yang tajam dan humor yang terkadang menyengat, yang diklaim justru memberikan pengalaman yang lebih membantu bagi sebagian pengguna.
Meskipun Alexa memperingatkan adanya "materi subjek dewasa," investigasi lebih lanjut memastikan bahwa ini bukanlah versi Amazon untuk pendamping AI seksual seperti yang ditawarkan beberapa kompetitor. Alexa+ tetap memegang teguh batasan etika dengan tidak akan masuk ke ranah konten seksual eksplisit (NSFW), ujaran kebencian, aktivitas ilegal, atau serangan personal yang berbahaya.
Dampak bagi Indonesia
Kehadiran fitur kepribadian Sassy pada Alexa+ ini membawa beberapa implikasi bagi pengguna dan pasar teknologi di Indonesia:
- Lokalisasi Bahasa dan Budaya: Tantangan terbesar jika fitur ini masuk ke Indonesia adalah lokalisasi umpatan dan sindiran agar tetap sesuai dengan norma budaya lokal. Mengingat kompleksitas bahasa gaul di Indonesia, pengembang LLM harus memastikan asisten tersebut tidak melampaui batas etika yang berlaku di tanah air.
- Biaya Langganan: Alexa+ merupakan layanan berbasis langganan premium. Jika dirilis secara resmi di Indonesia, diperkirakan biayanya akan berkisar antara Rp80.000 hingga Rp150.000 per bulan, menyesuaikan dengan daya beli pasar Consumer Tech lokal.
- Regulasi Keamanan Digital: Verifikasi biometrik seperti Face ID untuk mengakses konten dewasa pada perangkat pintar sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia dalam melindungi anak-anak dari konten yang tidak sesuai usia di ranah digital.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


