Ad space available
Alexa+ Kini Bisa Pesan Makanan via Uber Eats dan Grubhub Lewat Percakapan AI
Amazon mengintegrasikan Uber Eats dan Grubhub ke Alexa+ untuk pengalaman pesan makanan berbasis percakapan AI yang natural. Fitur ini memungkinkan pengguna berinteraksi layaknya berbicara dengan pelayan restoran.

Alexa+ Kini Bisa Pesan Makanan via Uber Eats dan Grubhub Lewat Percakapan AI
SEATTLE, (31 Maret 2026)
- Alexa+ kini mendukung pemesanan makanan secara natural melalui integrasi dengan Uber Eats dan Grubhub.
- Pengguna dapat melakukan kustomisasi menu, bertanya tentang pilihan restoran, hingga mengubah pesanan di tengah percakapan.
- Fitur ini merupakan bagian dari pengembangan adaptive interaction models Amazon untuk perangkat Echo Show 8 ke atas.
Mengutip laporan dari TechCrunch, Amazon baru saja meluncurkan pemutakhiran besar untuk Alexa+, AI assistant generasi terbarunya. Pemutakhiran ini memungkinkan pengguna memesan makanan dari layanan populer seperti Uber Eats dan Grubhub secara konversasional. Amazon mengklaim pengalaman ini akan terasa sangat mirip dengan mengobrol langsung dengan pelayan di restoran atau melakukan pemesanan di layanan drive-thru.
Melansir data dari Amazon, fitur baru ini bertujuan menciptakan interaksi yang lebih natural dan interaktif. Mulai hari ini, pengguna dapat mulai meminta jenis kuliner tertentu, menjelajahi opsi menu, mengajukan pertanyaan detail, hingga melakukan kustomisasi makanan dalam satu rangkaian percakapan. Keunggulan utama dari sistem berbasis Generative AI ini adalah fleksibilitasnya; jika pengguna berubah pikiran di tengah percakapan atau ingin menambah menu penutup secara mendadak, Alexa+ dapat langsung menyesuaikan pesanan tersebut.
Untuk mengaktifkan fitur ini, pengguna perlu menautkan akun Grubhub atau Uber Eats mereka melalui aplikasi Alexa. Setelah terhubung, riwayat pesanan sebelumnya akan tersinkronisasi secara otomatis, memudahkan proses pemesanan ulang (reorder) atau menemukan restoran baru yang relevan. Pengguna cukup memberikan perintah suara seperti, "Saya ingin memesan makanan Italia untuk diantar," dan Alexa+ akan memandu mereka melalui berbagai opsi restoran hingga ringkasan akhir yang mencakup kuantitas dan harga.
Pengalaman baru ini mulai digulirkan bagi pelanggan Alexa+ yang menggunakan perangkat Echo Show 8 atau versi yang lebih besar. Amazon menjelaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari visi besar untuk membangun adaptive interaction models. Teknologi ini nantinya akan menjadi fondasi untuk ekspansi fitur serupa ke sektor lain, seperti belanja kebutuhan pokok (grocery) dan pengaturan perjalanan (travel arrangements).
Langkah Amazon ini muncul di tengah tren penggunaan AI Agent di industri makanan. Meskipun menjanjikan, tantangan akurasi tetap menjadi perhatian utama. Sebagai catatan, pada tahun 2024, McDonald’s sempat menghentikan inisiatif AI drive-thru miliknya setelah beberapa insiden viral di mana AI melakukan kesalahan pesanan, seperti menambahkan sembilan gelas teh manis secara tidak sengaja ke pesanan pelanggan.
Dampak bagi Indonesia
Secara langsung, fitur Alexa+ dengan integrasi Uber Eats dan Grubhub ini belum dapat dinikmati oleh pengguna di Indonesia karena keterbatasan wilayah operasional kedua layanan pengantaran tersebut. Namun, inovasi ini memberikan standar baru bagi pemain lokal seperti Gojek (GoFood) dan Grab (GrabFood) untuk mengintegrasikan LLM dan AI Agent ke dalam aplikasi mereka.
Adopsi teknologi semacam ini di Indonesia berpotensi mengubah perilaku konsumen yang sebelumnya terbiasa dengan navigasi visual (klik menu) menjadi berbasis suara. Jika teknologi ini diadaptasi secara lokal, tantangan utamanya adalah pemrosesan bahasa alami (NLP) untuk memahami berbagai dialek dan istilah kuliner Indonesia yang sangat beragam. Untuk saat ini, pengguna di Indonesia dapat melihat ini sebagai benchmark transformasi Cloud Computing dan AI di sektor layanan konsumen global.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


