Ad space available
Agile Robots Gandeng Google DeepMind Integrasikan Gemini AI ke Robot Industri
Agile Robots resmi bermitra dengan Google DeepMind untuk mengintegrasikan model Gemini Robotics ke dalam robot industri guna meningkatkan otonomi sistem produksi.

Agile Robots Gandeng Google DeepMind Integrasikan Gemini AI ke Robot Industri
MUNICH, (24 Maret 2026)
- Agile Robots mengintegrasikan Gemini Robotics foundation models dari Google DeepMind untuk meningkatkan kemampuan otonom robot industri.
- Data operasional yang dikumpulkan oleh robot akan digunakan untuk melatih dan menyempurnakan model AI milik Google DeepMind.
- Kolaborasi ini difokuskan pada sektor manufaktur elektronik, otomotif, Data Center, dan logistik.
Melansir laporan dari TechCrunch, perusahaan robotika asal Munich, Agile Robots, secara resmi mengumumkan kemitraan riset strategis dengan Google DeepMind pada Selasa (24/3/2026). Langkah ini menjadikan Agile Robots sebagai perusahaan terbaru yang mengadopsi teknologi AI generatif tingkat lanjut ke dalam perangkat keras robotik mereka.
Kemitraan ini melibatkan implementasi Gemini Robotics foundation models ke dalam sistem Agile Robots. Sebagai timbal balik, data yang dikumpulkan oleh robot-robot tersebut akan digunakan untuk membantu Google DeepMind dalam melatih serta menyempurnakan model LLM mereka agar lebih memahami interaksi fisik di dunia nyata.
Otomasi Cerdas di Berbagai Sektor
Kedua perusahaan akan bekerja sama untuk melakukan pengujian, fine-tuning, dan penyebaran robot yang ditenagai oleh Gemini di berbagai kasus penggunaan industri. Fokus utamanya mencakup manufaktur elektronik, industri otomotif, pengelolaan Data Center, hingga efisiensi logistik.
Zhaopeng Chen, co-founder dan CEO Agile Robots, mengungkapkan dalam rilis resminya bahwa perusahaan telah menginstal lebih dari 20.000 solusi robotika di seluruh dunia. "Peluang besar ke depan terletak pada sistem produksi otonom yang cerdas. Integrasi Gemini Robotics menempatkan kami di baris terdepan dalam pasar yang tumbuh pesat ini," ujarnya.
Tren Physical AI yang Terus Meningkat
Kemitraan ini mengikuti tren kolaborasi serupa antara pengembang AI besar dan produsen perangkat keras. Sebelumnya, Boston Dynamics (milik Hyundai) juga telah mengumumkan kemitraan dengan Google DeepMind untuk pengembangan robot humanoid Atlas. Di sisi lain, Neura Robotics juga menggandeng Qualcomm untuk memanfaatkan seri prosesor IQ10 dalam desain robot masa depan.
Sebagaimana disampaikan oleh banyak pakar industri, termasuk CEO Nvidia Jensen Huang, Physical AI kini dianggap sebagai frontier berikutnya bagi pasar AI global. Integrasi antara kecerdasan perangkat lunak dan ketangkasan perangkat keras menjadi kunci bagi robot untuk dapat beroperasi secara mandiri tanpa bantuan manusia yang konstan.
Dampak bagi Indonesia
Adopsi teknologi robotika berbasis AI seperti Gemini dari Google DeepMind memiliki implikasi signifikan bagi lanskap industri di Indonesia:
- Akselerasi Industri 4.0: Sektor manufaktur otomotif dan elektronik di koridor Bekasi-Karawang dapat memanfaatkan robot cerdas ini untuk meningkatkan presisi produksi. Meskipun investasi awal untuk robotika industri kelas tinggi bisa mencapai kisaran Rp750 juta hingga Rp3 miliar per unit, potensi efisiensi biaya operasional jangka panjang sangat menjanjikan.
- Pertumbuhan Data Center: Dengan posisi Indonesia sebagai hub Data Center baru di Asia Tenggara, penggunaan robot cerdas untuk manajemen fasilitas dan pemeliharaan infrastruktur secara otomatis akan menjadi standar baru di masa depan.
- Transformasi Tenaga Kerja: Kehadiran robot cerdas ini menuntut peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal di bidang Prompt Engineering dan pemeliharaan sistem robotika, guna mendukung transisi dari tenaga manual ke pengawasan teknologi berbasis Generative AI.
--- Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


