Ad space available
MIT Umumkan 16 Startup Hard-Tech Baru di Program START.nano
MIT.nano resmi menyambut 16 startup baru ke dalam program akselerator START.nano untuk mempercepat komersialisasi inovasi teknologi fisik. Sektor yang difokuskan mencakup energi berkelanjutan, semikonduktor, hingga komputasi kuantum.

MIT Umumkan 16 Startup Hard-Tech Baru di Program START.nano
CAMBRIDGE, (7 April 2026)
- Sebanyak 16 startup baru bergabung dengan program START.nano di MIT untuk mempercepat transisi inovasi hard-tech ke pasar global.
- Peserta mendapatkan akses khusus ke fasilitas laboratorium MIT.nano dan ekosistem inovasi MIT dengan biaya terjangkau.
- Sektor utama yang dikembangkan meliputi semikonduktor generasi baru (GaN), teknologi dekarbonisasi, dan infrastruktur Quantum Computing.
Melansir laporan resmi dari MIT News, sebanyak 16 perusahaan rintisan (startup) baru telah resmi menjadi peserta aktif dalam program START.nano sepanjang tahun 2025. Penambahan ini meningkatkan jumlah total perusahaan dalam program tersebut menjadi lebih dari 30 entitas, di mana hampir separuhnya (49%) didirikan oleh alumni Massachusetts Institute of Technology (MIT).
Program START.nano dirancang untuk meningkatkan tingkat keberlangsungan hidup startup di bidang hard-tech dengan mempermudah perjalanan mereka dari fase laboratorium ke dunia nyata. Melalui program ini, para pendiri mendapatkan diskon penggunaan fasilitas bersama di MIT.nano serta akses terpandu ke ekosistem inovasi MIT yang luas.
Fokus Inovasi: Dari Kesehatan hingga Semikonduktor
Para peserta baru ini tengah mengembangkan solusi untuk berbagai tantangan global. Beberapa di antaranya mencakup:
- Semiconductor & Hardware: Vertical Semiconductor berfokus pada komersialisasi Vertical GaN (Gallium Nitride) bervoltase tinggi untuk efisiensi komputasi, sementara VioNano Innovations mengembangkan material khusus untuk meningkatkan presisi manufaktur chip.
- Quantum Computing: nOhm Devices sedang mengembangkan elektronik kriogenik yang efisien, dan Quantum Formatics menggunakan AI untuk mempercepat penemuan superkonduktor baru.
- Energi & Iklim: Addis Energy memanfaatkan teknologi pengeboran panas bumi untuk produksi amonia murah, sementara Mantel Capture merancang material penangkap karbon yang beroperasi pada suhu ekstrem di dalam tungku industri.
- Kesehatan: Acorn Genetics menciptakan perangkat sekuensing genetik portabel yang dapat digunakan langsung oleh konsumen secara cepat dan terjangkau.
"Sumber daya unik di MIT.nano tidak hanya memungkinkan penelitian akademis yang mendasar, tetapi juga penerjemahan penelitian tersebut menjadi inovasi komersial melalui startup," ujar Joyce Wu, Manajer Program START.nano.
Dampak bagi Indonesia
Perkembangan inovasi di START.nano memiliki relevansi strategis bagi Indonesia, terutama dalam upaya penguatan ekosistem semikonduktor dan dekarbonisasi industri. Penggunaan material seperti Gallium Nitride (GaN) oleh Vertical Semiconductor sangat krusial bagi efisiensi energi di Data Center yang saat ini sedang masif dibangun di Indonesia oleh pemain global seperti AWS dan Google.
Selain itu, teknologi penangkapan karbon dari Mantel Capture dan solusi energi dari Electrified Thermal Solutions berpotensi membantu sektor manufaktur dan industri berat di Indonesia dalam mencapai target Net Zero Emission. Dari sisi ekonomi, terbukanya akses terhadap teknologi sekuensing genetik yang lebih murah (seperti yang dikembangkan Acorn Genetics) dapat mendukung transformasi digital kesehatan yang sedang dicanangkan Kementerian Kesehatan RI dalam memetakan profil genomik masyarakat lokal.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


