Ad space available
Startup 10x Science Raih $4,8 Juta, Gunakan AI untuk Percepat Penemuan Obat
10x Science mengamankan pendanaan $4,8 juta untuk mengoptimalkan proses identifikasi molekul obat menggunakan AI. Teknologi ini memecahkan hambatan dalam analisis protein kompleks yang selama ini memperlambat riset farmasi.

Startup 10x Science Raih $4,8 Juta, Gunakan AI untuk Percepat Penemuan Obat
SAN FRANCISCO, (22 April 2026).
- 10x Science mengamankan pendanaan Seed sebesar $4,8 juta untuk mempercepat karakterisasi molekul obat kompleks.
- Platform ini menggunakan AI Agent untuk menginterpretasikan data mass spectrometry secara otomatis dan akurat.
- Solusi ini membantu perusahaan biopharma mengatasi bottleneck dalam proses seleksi kandidat obat dari ribuan prediksi AI.
Melansir laporan dari TechCrunch, kemajuan AI dalam bidang sains yang dipelopori oleh model deep learning milik Google DeepMind untuk memprediksi struktur protein, kini menghadapi tantangan baru. Meskipun AI dapat memprediksi ribuan kandidat obat potensial dengan cepat, proses karakterisasi molekul tersebut di laboratorium tetap menjadi hambatan utama (bottleneck) karena memakan waktu dan biaya besar.
Guna mengatasi masalah ini, startup 10x Science yang didirikan pada Desember 2025 mengumumkan perolehan pendanaan seed round senilai $4,8 juta. Putaran ini dipimpin oleh Initialized Capital dengan partisipasi dari Y Combinator, Civilization Ventures, dan Founder Factor.
Menghubungkan Prediksi AI dengan Realitas Laboratorium
David Roberts, salah satu pendiri 10x Science, menjelaskan bahwa meskipun alat prediksi saat ini sangat canggih, setiap kandidat obat harus tetap melalui proses karakterisasi fisik. "Anda bisa memasukkan sebanyak mungkin kandidat ke dalam corong prediksi, tetapi semuanya harus melewati proses pengukuran yang ketat," ujar Roberts kepada TechCrunch.
10x Science memfokuskan teknologinya pada pengembangan obat biologis yang diproduksi dalam sel hidup. Ketiga pendiri startup ini—David Roberts, Andrew Reiter, dan Vishnu Tejas—sebelumnya bekerja di laboratorium peraih Nobel Dr. Carolyn Bertozzi di Stanford. Di sana, mereka menyadari betapa sulitnya memahami interaksi molekuler pada tingkat seluler secara presisi tanpa alat bantu yang memadai.
Platform yang mereka bangun menggabungkan algoritma deterministik berbasis kimia dan biologi dengan AI Agent yang mampu menginterpretasikan data dari mass spectrometry. Teknik ini sangat akurat untuk menentukan struktur atom molekul, namun datanya sangat kompleks dan membutuhkan keahlian tingkat tinggi untuk diinterpretasikan.
Validasi dari Peneliti
Matthew Crawford, seorang ilmuwan di Rilas Technologies, telah menggunakan platform 10x Science selama beberapa minggu. Ia menyatakan bahwa model AI ini mampu mencari urutan protein secara otomatis dari database daring hanya berdasarkan nama file, sehingga peneliti tidak perlu melakukan pemrograman manual.
Bagi investor, 10x Science menawarkan model bisnis SaaS (Software as a Service) yang stabil di sektor biotech. Model ini tidak bergantung pada keberhasilan satu obat tertentu untuk lolos regulasi, melainkan menjadi infrastruktur esensial yang harus digunakan oleh perusahaan farmasi setiap bulannya untuk menyaring kandidat obat mereka.
Dampak bagi Indonesia
Kehadiran teknologi 10x Science memiliki implikasi penting bagi ekosistem kesehatan di Indonesia:
- Efisiensi Riset Farmasi Lokal: Perusahaan farmasi besar di Indonesia seperti Bio Farma atau Kalbe Farma yang sedang mengembangkan produk biologis dan vaksin dapat memanfaatkan teknologi serupa untuk memangkas waktu riset. Pendanaan $4,8 juta (sekitar Rp76,5 miliar) ini menunjukkan nilai tinggi dari efisiensi laboratorium.
- Demokratisasi Alat Canggih: Di Indonesia, akses ke tenaga ahli yang mampu menginterpretasikan data mass spectrometry masih terbatas. Integrasi AI Agent dalam alat laboratorium dapat membantu saintis lokal mendapatkan hasil analisis yang akurat tanpa harus bergantung pada konsultan luar negeri yang mahal.
- Kepatuhan Regulasi: Karena platform ini menawarkan hasil analisis yang dapat dilacak (traceable), hal ini mempermudah perusahaan lokal dalam memenuhi standar kepatuhan regulasi internasional jika ingin mengekspor produk farmasi ke pasar global.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


